Dalam Melanesia Ocean Summit (MOS) pada sesi presentase Ilmuwan yang dimoderatori oleh ibu Dame Tylor mantan Sekjend Forum Kepulauan Pasifik. Seorang profesor dari Vanuatu mengatakan dalam presentasinya sebagai berikut.
"Leluhur kami diciptakan di tanah kami, tanah besar New Guinea ini. Dari tanah ini kami menyebar dan menduduki wilayah-wilayah kami di Melanesia dan Pasifik. Kami berkembang dan mendiami wilayah kami dengan bebas sebagai orang merdeka.
Tetapi kemudian, kolonial datang, menguasai dan menduduki wilayah kami, mengambil sumber daya alam kami. Lalu membawa keluar untuk membangun masyarakat dan wilayah mereka. Kemudian kami bergerak kembali lagi ke tanah leluhur kami, New Guinea. Kami berkumpul di Port Moresby ini. Kami mulai bangkit dari sini. Kami mulai berjuang di sini dan memerdekakan Negara Papua New Guinea (PNG). Kemudian kami kembali ke pulau-pulau kami di seluruh Melanesia. lalua kami memerdekakan negara Solomon, Vanuatu, Fiji. Terakhir, PNG dengan Bougainville duduk bersama dan mengatur secara keluarga. Tetapi, masih ada Kanaky, West Papua dan Torres.
Baru-baru ini Vanuatu, yang didukung oleh negara-negara Melanesia dan Pasifik sebagai keluarga besar, kami berjuang bersama untuk lautan biru kami melalui jalur hukum, dan kami menang.
Pada hari ini, kami semua kembali ke tanah leluhur kami, Papua New Guinea, di kota Port Moresby ini. Kami mengadakan MOS hari ini. Dalam MOS yang perdana ini, kami mengklaim seluruh regional dan geopolitik kami, seluruh wilayah Melanesia dari Raja Ampat ke Fiji. Wilayah lautan biru kami, wilayah kedaulatan regional kami dan wilayah geopolitik kami."
Menurut saya, ini satu klaim besar, profesor ini, mulai dari sejarah penciptaan di tanah ini, sejarah asal-usul dan sebaran mereka ke berbagai wilayah dari tanah ini, klaim kesatuan manusia, budaya, daratan dan lautan. Pesan ini sangat jelas.
Pesan yang disampaikan oleh Prof ini sama dengan pernyatakan yang disampaikan oleh PM. PNG, Hon. James Marabe tahun 2025 lalu dalam pertemuan MSG. "Secara budaya Melanesia adalah satu, sebelum kolonial datang kami hidup bersama, tidak ada sekat dan batasan apapun. Setelah kolonial datang, buat sekat-sekat, klaim mengklaim, lalu membawa semua kekayaan kami keluar. Karena itu, MSG klaim bahwa seluruh wilayah Melanesia secara budaya menjadi miliknya termasuk Kanaki, West Papua dan Kepulauan Tores yang ada dibawa Australia."
Menurut saya dua pesan seorang pemimpin negara dan seorang prof. Ilmuwan Melanesia ini sangat jelas bahwa Melanesia adalah satu secara historis, kultur dan regional.


0 Comments